on June 24 2010 10:46 am 0

Pelecehan via SMS Kian Mengkhawatirkan

Sponsored Links

phone specs

Seiring tingkat penggunaan ponsel yang semakin tinggi, efek negatif dari alat komunikasi ini sayangna juga turut mengikuti. Salah satunya soal tindak kekerasan tekstual yang kian mengkhawatirkan.

“Ini mengejutkan, memburuk selama dua tahun terakhir,” ujar Jill Murray yang telah menulis beberapa buku tentang pelecehan tekstual.

“Terutama bagi mereka yang dibesarkan di era digital. Kata-kata kasar dalam teks merupakan makanan sehari-hari dalam pergaulan,” tambahnya.

Menurut Murray, pelecehan bisa saja terjadi ketika seseorang merasa dipaksa untuk membalas pesan singkat (SMS). Beberapa orang mungkin pernah menerima hingga 100 SMS dalam satu hari ketika di sekolah, ketika makan malam atau bahkan sedang menonton bioskop. Itu memungkinkan seseorang menerima ataupun mengirimkan kata-kata kasar dalam SMS-nya.

“Sekarang pelecehan semakin mudah karena lebih konstan dan tanpa harus mengupdatenya,” tukas Claire Kaplan selaku Direktur Sexual & Domestic Violence Services di Universitas Virginia, Amerika Serikat.

Kacey Kirkland, seorang ahli penanganan pelecehan di kepolisian setempat mengatakan bahwa pelecehan tekstual bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti ancaman, rumor dan kebohongan.

“Kemajuan teknologi justru memudahkan para pelaku melecehkan, menguntit atau mengancam para korban,” tandasnya.

Dikutip detikINET dari Times of India, Kamis (24/6/2010), pelecehan teks via SMS hanyalah salah satu bentuk tindak kekerasan di dunia maya. Selebihnya bisa dilakukan melalui telepon, email, Facebook dan situs jejaring sosial lainnya.

“Apa yang ditawarkan teknologi adalah bukti tak terbantahkan dari pelecehan,” tutur Cindy Southworth, pendiri Safety Net Project on Technology di situs National Network to End Domestic Violence.

source

Sponsored Links

Related

Filed under serba-serbi

Leave a Reply

*