Sponsored Links


INILAH.COM, Jakarta – Seorang pria 24 tahun menderita gegar otak ketika dia dipukul pada bagian kepala di dekat rumahnya. Gegar otak itu membuatnya koma dan tidak berhasil dilaluinya.
Roshan Samedov berusia 18 tahun, Jegir Ahmmadi 20 tahun dan Awat Muradi 18 tahun semuanya dari Thornton Heath Inggris, dinyatakan bersalah karena menyiksa orang dan perampokan.
Hakim Michael Mettyear memperingatkan, “pria-pria ini akan memperoleh tuntuan hukuman penjara.â€Â
Saravanakumar Sellappan berusia 24 tahun sedang berjalan pulang ke rumah dari kantornya di pom bensin ketika dia diserang.
Pengadilan mendapatkan kesaksian bahwa dia menelepon selama 20 menit dengan ponselnya dan selama waktu itu pria-pria tersebut mengikutinya.
Aftab Jafferje, jaksa penuntut dari Quebec mengatakan bahwa serangan terjadi di jalan Langdale ketika Sellapan hanya beberapa langkah dari pintu rumahnya.
Dia mengatakan, “Sellapan sedang menggunakan BlackBerry miliknya ketika mereka bertemu. Setelah panggilan yang panjang dan ketidakberuntungan, menarik perhatian bagi mereka yang mengikutinya.â€Â
“Sakit amat sangat yang diderita Sellapan telah membuatnya menderita dengan tulang yang retak dan gegar otak. Sementara dokter hanya menyuruhnya pulang dan merawat dirinya sendiri. Sellapan menangis karena rasa sakit dan tidak ada yang bisa dilakukan,†ujar Jafferjee.
Nick Hulme, Kepala Eksekutif rumah sakit MayDay mengatakan, “Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang dalam terhadap keluarga Sellapan atas kehilangan yang terjadi”.
“Kami telah melakukan investigasi penuh keadaan Sellapan ketika mengunjungi kami dan saya yakin bahwa staf kami telah melakukan yang seharusnya dilakukan, memeriksa gejala pada waktu itu, sayangnya sinyal yang ada tidak segera menunjukkan cidera dan gegar otak yang terjadi.â€Â
Sponsored Links

